Mengenal Cara Minimarket dalam Menyiasati Info Harga

    HomeInfo Harga Mengenal Cara Minimarket dalam Menyiasati Info Harga

Mengenal Cara Minimarket dalam Menyiasati Info Harga

admin

Jual beli dengan model swalayan merupakan model transaksi yang sudah umum dijalankan oleh masyarakat Indonesia sehingga sudah menjadi gaya hidup dan trend dalam kehidupan masyarakat. Swalayan merupakan istilah yang berarti para calon pembeli boleh mengambil dan memilih sendiri barang-barang yang diinginkannya di rak-rak yang sudah disediakan pihak penjual, dengan ketentuan harga yang sudah tercatat pada rak tersebut sehingga pembeli akan mengetahui harga sebuah barang tanpa harus bertanya terlebih dahulu kepada pihak penjual. Setelah memilih barang-barang yang diinginkannya, si pembeli tinggal memberikan barang-barang tersebut ke meja kasir untuk dihitung total keseluruhan harganya. Salah satu model toko yang menerapkan model swalayan adalah minimarket yang bertebaran di setiap desa. Mayoritas pembeli merasa lebih nyaman ketika berbelanja di minimarket sebab bisa bebas memilih barang yang diinginkannya. Namun, ada satu hal yang perlu Anda ketahui terkait sistem jual beli swalayan yang diterapkan oleh minimarket, salah satunya adalah cara minimarket dalam menyiasati info harga.

Di setiap rak minimarket, di bawah produk atau masing-masing barang, selalu tertera dua harga, yaitu harga asli dan harga diskon. Harga asli biasanya akan dicoret, sedangkan harga diskon dicetak dengan font yang lebih tebal. Cara tersebut merupakan siasat yang disengaja untuk menarik perhatian calon pembeli, bahwa harga yang ditawarkan oleh minimarket tersebut lebih murah dari harga asli. Padahal, jika Anda jeli, hal tersebut merupakan cara yang umum dilakukan untuk memanipulasi nominal info harga sebuah barang.

Mark-up Harga Sebelum Didiskon

Dua harga yang tertera di setiap barang yang dipajang di rak-rak minimarket merupakan siasat cerdas pihak minimarket untuk menarik para konsumen. Sudah menjadi sifat umum dari konsumen bahwa mereka akan tertarik dengan harga diskon, untuk itu, pihak minimarkat membuat siasat bahwa harga barang tersebut seakan-akan dijual dengan harga diskon. Mengapa disebut “seakan-akan” harga diskon? Sebab sebenarnya jika Anda lebih teliti, harga yang dikatakan sebagai harga diskon tersebut tidak jauh berbeda dengan harga di toko lain.

Baca juga: Tips Mendapatkan Diskon Belanja

Pihak minimarket sengaja memark-up atau menaikkan harga sebenarnya dari suatu barang sebelum dikurangi dengan diskon. Misalnya, harga asli sebuah barang adalah Rp. 1000 (harga umum yang dijual di pasaran atau toko-toko lain non-swalayan), maka pihak minimarket akan mencatat di rak bahwa harga sebenarnya barang tersebut adalah Rp. 1300 (yang ditandai dengan coretan), dan kemudian pihak minimarket juga mencatat harga setelah didiskon adalah Rp. 1100. Selisih dari Rp. 1300 ke Rp. 1100 tentu akan sangat menarik minat para konsumen sehingga konsumen akan beranggapan bahwa harga barang tersebut lebih murah. Padahal jika dibandingkan dengan harga di tempat lain, barang tersebut harganya tetap lebih mahal.

Itulah cara minimarkat menyiasati info harga untuk menarik perhatian calon konsumen agar beranggapan bahwa barang tersebut dijual dengan harga yang lebih murah, sehingga konsumen langsung tertarik untuk membelinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *