Home Mom Saatnya Anda Tahu Perbedaan USG 3D dan USG 4D

Saatnya Anda Tahu Perbedaan USG 3D dan USG 4D

by Erin Nuzulia
USG 4D

Seorang perempuan yang sedang hamil pasti penasaran dengan pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada di dalam kandungannya. Oleh karena itu, untuk mengetahui kondisi dan perkembangan janin di dalam kandungan, dilakukan pemeriksaan dengan metode USG (Ultrasonografi). Pemeriksaan USG dilakukan oleh setiap kali ibu hamil datang ke layanan kesehatan. Terdapat USG yang digunakan untuk memeriksa kandungan, antara lain USG 2D, USG 3D, dan USG 4D.

Ketiga jenis USG, baik USG 2D, USG 3D, maupun USG 4D, pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang sama, yaitu menggunakan gelombang suara untuk dapat menghasilkan gambar. Saat ini, umumnya USG yang digunakan adalah USG 3D atau USG 4D. Kedua jenis USG tersebut memiliki perangkat lunak dan mesin yang lebih mutakhir sehingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih baik. Namun, sebenarnya, terdapat beberapa perbedaan antara USG 3D dan USG 4D tersebut.

Saatnya Anda Tahu Perbedaan USG 3D dan USG 4D

USG 3D

USG 3D merupakan jenis USG yang dapat menghasilkan gambar di layar berupa bentuk wajah, tubuh, hingga kaki janin dengan jelas. Terkadang, beberapa gerakan seperti menendang juga dapat ditangkap oleh USG jenis ini. USG 3D mempermudah tenaga kesehatan untuk mendeteksi adanya ketidaknormalan atau gangguan pada janin, misalnya cacat lahir. Hal ini yang tidak dapat dilakukan oleh USG 2D.

Secara umum, pemeriksaan USG 3D memiliki tujuan untuk menentukan usia kandungan, mendeteksi adanya bayi kembar atau menentukan jumlah janin, memantau pertumbuhan gerak, serta denyut jantung janin, memeriksa kondisi plasenta dan cairan ketuban, mendeteksi posisi bayi, mengidentifikasi adanya kelainan pada plasenta, misalnya pengapuran atau plasenta previa, mendeteksi penyebab keluhan selama hamil, serta mengidentifikasi adanya ketidaknormalan pada kehamilan, misalnya kehamilan di luar rahim.

Baca Juga:   6 Aturan Pemberian Jus Buah untuk Si Buah Hati

Usia kandungan 26-30 minggu merupakan rentang waktu terbaik untuk memeriksa kandungan dengan USG 3D. Pemeriksaan ini kurang akurat jika dilaksanakan di usia kehamilan kurang dari 26 minggu sebab di usia ini wajah dan bentuk tubuh bayi belum cukup besar untuk dapat diperiksa dengan USG 3D. Pemeriksaan USG 3D hampir mirip dengan USG 2D, yaitu ketika ibu hamil berbaring, tenaga kesehatan akan mengoleskan gel khusus di perut ibu hamil tersebut kemudian menempelkan alat transduses USG ke perut. Alat inilah yang dapat mengirimkan gelombang suara dari rahim dan diterjemahkan ke layar.

Pemeriksaan USG 3D merupakan prosedur yang aman karena tidak menggunakan sinar X untuk menghasilkan gambar. Terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan pemeriksaan USG 3D ini, namun, pemeriksaan kandungan dengan USG 3D tidak perlu dilakukan setiap jadwal pemeriksaan.

perbedaan USG 3D dan 4D

Saatnya Anda Tahu Perbedaan USG 3D dan USG 4D

USG 4D

Perbedaan USG 3D dan 4D adalah gambar yang dihasilkan di layar. Pada USG 4D, yang tampak di layar adalah janin dalam bentuk video sedangkan USG 3D hanya berupa gambar atau foto. Namun, belum banyak layanan kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan USG 4D. Waktu yang paling baik untuk melakukan pemeriksaan kandungan dengan USG 4D adalah saat kehamilan memasuki usia 26-30 minggu. Waktu yang hampir mirip dengan pemeriksaan USG 3D. Tidak disarankan melakukan pemeriksaan USG 4D di atas usia kandungan 30 minggu karena ada kemungkinan kepala bayi sudah masuk ke dalam panggul sehingga akan sulit melihat wajah bayi.

Beberapa hal tersebut adalah perbedaan antara USG 3D dan 4D. Meskipun hampir mirip, ternyata kedua tipe USG ini memiliki perbedaan yang dihasilkan. Semoga dapat menjadi pertimbangan bagi Anda untuk memeriksakan kandungan!

Baca Juga:   Tak Harus Mahal, 5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memilih Susu Bayi

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More